skip to Main Content

Strategi Menghadapi Krisis Ekonomi

alfiyan darojat

Staff Tata Usaha

Di awal tahun 2020, bahkan banyak dari kita tidak memikirkan dampak pandemi Covid-19 sperti situasi saat ini. Penjualan menurun hingga 70%, potensi tidak bisa mempertahankan produksi karena daya beli juga menurun, hingga kesulitan mengelola cashflow usaha yang berakibat pada merumahkan sebagian karyawan dan menutup usaha.

Kondisi saat ini bukanlah krisis yang pertama bagi industri khususnya alas kaki. Krisis ekonomi 1998 juga memberikan pelajaran banyak hal, bahwa IKM lah yang justru menjadi penyelamat ekonomi Indonesia saat itu. Saat ini pandemi Covid19 menyerang hampir seluruh pilar ekonomi, sosial bahkan kesehatan. Bagaimanapun krisis yang saat ini kita hadapi bersama akan banyak melahirkan peluang jika kita mampu bertahan dengan strategi terbaik dalam melakukan adaptasi dan lebih pro aktif.

Strategi kolaborasi, saat ini Indonesia tidak menghadapi krisisi ini sendiri. Melakukan kolaborasi akan memperkuat daya tahan bisnis kita. Penurunan nilai tukar rupiah terhadap dollas Amerika, tekanan harga minyak, nilai saham yang anjlok dan kondisi ekonomi yang tidak menentu pasti akan berpengaruh pada ekonomi nasional. Berbagi platform dengan yang lain (mitra bisnis) adalah jalan terbaik di saat kita tidak bisa melakukannya sendiri. Sharing value dengan yang lain (mitra bisnis) juga menjadi plihan terbaik di saat kita mempunyai keterbatasan.

Strategi wait and see merupakan pilihan moderat ditengah ketidakpastian pandemi covid19. Saat ini 70% penjulan IKM alas kaki turun. Ketergantungan terhadap bahan impor juga membuat alas kaki semakin terpukul.Tahun 2020 saatnya memutar kunci bisnis anda dari yang semla expansion mode menjadi survival mode. Bagaimana bisa bertahan?, waktunya mengencangkan ikat pinggang (cashflow), namuan saat wait and see justru aka nada kesempatan baru. Maka kita harus jeli terhadap peluang dan berani mencoba.

Strategi paradox thingking. Kesempatan dan peluang baru pasti datang, maka saat anda melihat peluang itulah waktu yang tepat untuk ambil risiko melakukan hal-hal yang baru. Berani melakukan hal yang tidak biasa/ berlawanan dengan pemikiran umum adalah inti dari strategi paradox thinking. Beranilah mencoba saat yang lain belum mencoba.

Strategi proaktif, jika yang lain melakukan cost reduction, maka anda bisa melakukan inovasi baru untuk pelanggan anda. Bisa jadi daya beli yang turun saat ini adalah  dikarenakan pasar sedang menahan uangnya untuk membeli. Namun tidak salah jika mencoba peluang kampanye terhadap inovasi yang anda buat, sehingga saat kondisi normal nanti, maka anda akan selangkah lebih maju dari pada kompetitor. Jika yang lain melakukan bisnis as ussual maka kesempatan anda untuk melakukan aktifitas out of box. Jika yang lain mengurangi budget promosi, maka lakukan promosi sekaligus kampanye positif saling membantu dalam menghadapi pandemic covid. Jika yang lain berhenti belajar dari banyak hal termasuk krisis saat ini, maka Anda harus terus belanar dari banyak hal, orang dan pengalaman. Dengan melakukan hal tersebut pelanggan dan mitra Anda akan berpikir jika Anda adalah orang yang optimis.

Selamat mencoba.

(function(d, s, id) {
if(d.getElementById(‘fb-root’)) return;
var fbRoot = d.createElement(‘div’);
fbRoot.id = ‘fb-root’;
document.getElementsByTagName(‘body’)[0].appendChild(fbRoot);
var js, fjs = d.getElementsByTagName(s)[0];
if (d.getElementById(id)) return;
js = d.createElement(s); js.id = id;
js.src = “https://connect.facebook.net/en_US/sdk.js#xfbml=1&version=v2.12”;
fjs.parentNode.insertBefore(js, fjs);
}(document, ‘script’, ‘facebook-jssdk’));

This Post Has 0 Comments

Tinggalkan Balasan

id_IDID