skip to Main Content

Belajar Membuat Alas Kaki dan Produk Kulit Lebih Mudah di BPIPI

Oleh Rahasih Lupita Maheswari dan Anissa Mei P.

Kini belajar membuat alas kaki dan produk kulit lebih mudah. Belajar alas kaki tidak perlu bingung lagi untuk belajar sendiri atau mencari orang yang mumpuni. Di Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia menyediakan pelayanan pelatihan yang memadai masyarakat luas. Belajar teknik produksi alas kaki, produk kulit, atau konsultasi manajemen bisa dilakukan bersama BPIPI. Instruktur BPIPI yang mumpuni di bidangnya siap untuk mendampingi masyarakat yang mau belajar dalam pembuatan alas kaki dan produk kulit.

Jenis Pelayanan Pelatihan di BPIPI

Pelayanan pelatihan di BPIPI terdiri dari dua jenis, antara lain pelatihan mandiri dan pelatihan regular. Pada pelatihan mandiri, belajar pembuatan alas kaki dan produk kulit disesuaikan dengan permintaan dan kebutuhan pelanggan. Pelanggan bisa menentukan model dan jenis alas kaki atau produk kulit yang akan dipelajari. Selain itu pada pelatihan mandiri BPIPI memberikan kemudahan untuk belajar pembuatan alas kaki dan produk kulit bisa dimana saja dan kapan saja. Pelatihan mandiri yang dilakukan di BPIPI siap memfasilitas asrama, ruang kelas, dan ruang kerja (workshop) dengan alat-alat yang memadai dalam proses belajar.

Pelatihan regular adalah pelatihan atau bimbingan teknis yang ditujukan untuk pelaku IKM. Untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas IKM di Indonesia, pemerintah berusaha memfasilitasi para pelaku IKM dengan memberikan pendidikan dan pelatihan yang tidak dikenakan biaya sehingga IKM di Indonesia dapat bersaing di kancah global. Proses perekrutan peserta dilakukan oleh surveyor BPIPI dengan turun langsung ke daerah-daerah pengrajin alas kaki di Indonesia, kemudian berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian setempat untuk merekrut peserta pelatihan regular. Peserta bimbingan teknis terdiri dari 20 orang yang berasal dari Aceh sampai Papua. Target BPIPI, peserta yang mengikuti pelatihan bisa merata di seluruh wilayah Indonesia. Dari tahun 2003 hingga 2018 jangkauan BPIPI sudah mencapai 32 provinsi di Indonesia dengan alumni sebanyak 2.593 orang.

Jenis pelatihan regular disesuaikan dengan kebutuhan IKM di lapangan. Berikut adalah beberapa jenis pelatihan regular yang sering diadakan untuk pelaku IKM, antara lain bimbingan teknis operator jahit upper, desain, assembling, produk kulit, teknisi mesin jahit, teknisi mesin industri, manajemen dan branding.

Bimbingan Teknis Operator Jahit Upper Alas Kaki

Bimbingan teknis operator jahit memberikan pengetahuan dasar bagi peserta bagaimana menjahit upper alas kaki dari proses menyiapkan mesin jahit hingga melakukan penjahitan. Proses praktek jahit ini meliputi praktek jahit tanpa benang (gerakan dasar, gerakan pendek, gerakan panjang). Gerakan ini akan melatih refleks atau menyeimbangkan antara pikiran dan kaki dalam membuat gerakan sesuai dengan gerakan mesin jahit yang dikehendaki. Praktek jahit dilanjutkan dengan praktek jahit bahan dengan benang, praktek jahit upper dengan bahan non kulit (variasi komponen), praktek jahit upper dengan bahan kulit

Bimbingan Teknis Desain dan Teknologi Produksi Alas Kaki

Bimbingan teknis desain, diawali teknik menggambar desain sepatu dengan 2 cara yaitu secara manual (sketsa tangan) dan menggunakan program Corel Draw, yang dikombinasikan dengan teknik garis dan warna yang sesuai pada desain sepatu melalui “tool” yang ada pada komputer (program Corel Draw). Proses pembelajaran tingkat lanjut memasuki pemahaman mengenai pengetahuan tentang bahan chemical (pewarnaan sepatu) hingga proses tata cara pewarnaan sepatu. Praktek pembuatan sepatu ini dimulai dari pembuatan pola sepatu sehingga mengetahui spesifikasi khusus dalam pembuatan pola sepatu dimulai dari pembuatan pola dasar, pola jadi, sampai tahap pecah pola yang meliputi pembuatan pola komponen serta trial pola sepatu. Pelatihan dilanjutkan proses pemotongan bahan baik imitasi maupun kulit, yang polanya sudah ditentukan dan sudah benar, karena telah melalui serangkaian trial pola, dilanjutkan proses penjahitan, pengeleman, dan proses assembling.

Bimbingan teknis assembling

Bimbingan teknis assembling merupakan tahapan perakitan sepatu yang dimulai dari praktek pembuatan pola untuk bagian insole dan outsole. Setelah itu, pembuatan bottom untuk bagian insole dan outsole. Dilanjutkan, Kegiatan praktek lasting sepatu dari bahan kulit maupun non kulit, mulai dari tahap persiapan sampai pada proses pengopenan/penarikan upper/atasan sepatu pada bawahan/bottom sepatu. Proses menggabungkan/perakitan antara bagian atas sepatu (upper) dengan bagian bawah sepatu (sol) lebih memfokuskan teknik yang benar dalam merakit. Proses akhir, melakukan pengecekan terhadap sepatu yang telah dibuat, setelah dilepas dari acuannya yakni dengan membersihkan sepatu dari lem yang tersisa, memasang insole, menggunting kelebihan benang, dsb.

Bimbingan Teknis Produk Kulit

Bimbingan teknis produk kulit adalah pelatihan dalam membuat produk produk kulit seperti tas, dompet , sabuk, dll. Pelatihan ini dimulai dari pembuatan master pola tas pada kertas pola guna membuat pecahan pola tas. Praktek selanjutnya, pembuatan tas dimulai proses pemotongan baik imitasi maupun kulit dengan pola yang sudah dibuat dan telah dipraktekkan. Setelah pemotongan dilanjutkan dengan pengeleman, penjahitan, assembling/perakitan dan finishing.

Bimbingan Teknis Teknisi Mesin Jahit dan Mesin Industri

Bimbingan teknis selanjutnya, teknisi mesin jahit dimulai dengan memberikan pengetahuan prosedur standar operasi penggunaan mesin dan fungsi komponen-komponen sehingga peserta mampu menggunakan mesin jahit dengan benar. Pelatihan ini mengajak peserta memperbaiki mesin Jahit High Speed dan Low Speed. Sedangkan teknisi mesin industry lebih berfokus pada memperbaiki mesin skiving/seset, mesin zig zag, mesin post bed roller.

Bimbingan teknis Manajemen dan Branding

Bimbingan teknis terakhir manajemen dan branding ini lebih banyak sisi teori daripada bimbingan teknis lainnya yang sebagian besar terdiri dari praktek. Pelatihan ini mengajak peserta bagaimana cara para peserta membangun merek serta strategi kreatif dalam menjalankan usaha sehingga mampu bersaing di pasar.

Pelayanan Pendidikan dan Pelatihan di BPIPI Menggunakan Sistem Informasi

Mencapai visi BPIPI untuk mewujudkan pusat pelayanan yang professional menuju industri persepatuan yang berdaya saing global, pelayanan BPIPI di desain untuk lebih user-friendly. Adanya sistem informasi yang digunakan untuk beberapa lini pelayanan BPIPI sebagai alat sumber informasi publik pelayanan dan kinerja BPIPI. Sistem informasi dibuat untuk mempermudah pelanggan dalam menjangkau pelayanan di BPIPI.

Pendidikan dan pelatihan di BPIPI didukung dengan sistem informasi berupa media sosial, website, dan aplikasi terintegrasi. Informasi terkait pendidikan dan pelatihan, pendaftaran, hingga evaluasi dapat diakses melalui sistem informasi. Pada sistem informasi ini terdapat materi Footwear Knowledge sebagai bentuk informasi dan sharing terkait alas kaki untuk masyarakat luas. Jadwal pelatihan dan paket pelatihan mandiri maupun regular pun bisa diakses melalui sistem informasi tersebut.

Sistem informasi BPIPI dapat diakses melalui website bpipi.kemenperin.go.id, aplikasi BPIPI official apps yang bisa diunduh di play store serta beberapa media sosial yang bisa diakses seperti Facebook, Instagram, dan LINE.

Sistem informasi di BPIPI masih terus mengalami pengembangan sehingga bisa memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Tidak hanya untuk pendidikan dan pelatihan, tapi juga untuk sistem pelayanan lain seperti lab uji dan program pengembangan desain alas kaki. Dengan adanya sistem informasi yang luas, harapannya pelayanan pengetahuan tentang dunia IKM alas kaki dan produk kulit bisa diakses oleh siapa saja, dari berbagai kalangan, dan dari media mana saja.

Cek keseruannya di video ini:

This Post Has 0 Comments

Tinggalkan Balasan

id_IDID