Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) Kementerian Perindustrian resmi mengawali rangkaian Indonesia Footwear Creative Competition (IFCC) 2026 melalui penyelenggaraan On The Spot Competition (OTC) 2026. Acara pembukaan yang digelar di Auditorium BPIPI tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala BPIPI, Ibu Syukur Idayati, sebagai langkah awal untuk menggali potensi, menumbuhkan kreativitas, serta mendorong lahirnya talenta-talenta muda di bidang desain alas kaki.
Upaya BPIPI dalam menggali potensi talenta muda mendapat sambutan positif melalui partisipasi 89 peserta dari kuota maksimal 100 peserta yang tersedia. Peserta terdiri atas mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum, dengan sebagian besar mahasiswa dan pelajar berasal dari berbagai perguruan tinggi serta sekolah di kawasan Surabaya, Sidoarjo, dan sekitarnya. Pada kompetisi ini, mereka ditantang untuk mengembangkan desain berdasarkan konsep persona brand, sehingga setiap karya tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu merepresentasikan identitas dan karakter sebuah merek.
Pada momentum tersebut, BPIPI juga melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman dengan Program Studi Desain Produk Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta yang diwakili oleh Bapak Dan Daniel Pandapotan. Kerja sama tersebut mencakup pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri kreatif alas kaki.
Selain itu, BPIPI turut menjalin kolaborasi dengan brand Sevatu dan Reisen Gear sebagai mitra pelaksana IFCC 2026. Penandatanganan kerja sama dilakukan bersama Rifki Khairil Ulfah dari Sevatu dan Viki Dzikir Anugrah dari Reisen Gear, dengan ruang lingkup kolaborasi meliputi proses produksi serta pengembangan produk berdasarkan desain-desain terbaik yang dihasilkan dalam kompetisi IFCC 2026. Kolaborasi ini diharapkan mampu membuka peluang bagi karya peserta untuk tidak berhenti pada tahap konsep, tetapi dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi produk yang memiliki nilai.
Mengawali rangkaian On The Spot Competition IFCC 2026, BPIPI menghadirkan sesi talk show bersama dua brand binaan, yakni Sevatu dan Reisen Gear. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengalaman sekaligus inspirasi bagi peserta sebelum menuangkan ide kreatif mereka ke dalam sketsa desain. Pada sesi tersebut, Rifki Khairil Ulfah dari Sevatu dan Viki Dzikir Anugrah dari Reisen Gear hadir sebagai narasumber dengan mengangkat tema "Desain Persona Brand". Keduanya memaparkan perjalanan membangun merek, pentingnya konsistensi identitas visual, serta bagaimana karakter sebuah brand dapat diterjemahkan ke dalam produk alas kaki yang memiliki nilai jual dan kedekatan dengan konsumennya. Wawasan yang diberikan para narasumber diharapkan mampu memperluas perspektif peserta mengenai proses kreatif dalam industri persepatuan, mulai dari perancangan konsep hingga pembentukan identitas merek yang kuat dan berdaya saing.
Dalam kompetisi ini, penilaian karya dibagi ke dalam dua kategori, yaitu desain sepatu pria dan desain sepatu wanita. Masing-masing kategori dipilih berdasarkan tiga karya terbaik, sehingga terdapat enam peserta yang memperoleh apresiasi berupa hadiah senilai Rp500.000,00 per peserta sebagai bentuk penghargaan atas kreativitas dan kualitas desain yang dihasilkan. Proses penjurian dilaksanakan melalui kolaborasi antara BPIPI dan pelaku industri alas kaki nasional. Didapuk sebagai dewan juri, Cosmas Wisnu Dewanto mewakili BPIPI, Rifki Khairil Ulfah dari Sevatu, dan Viki Dzikir Anugrah dari Reisen Gear, yang keduanya tidak hanya hadir sebagai pelaku usaha, tetapi juga sebagai representasi persona brand yang menjadi rujukan utama peserta dalam menuangkan ide dan karakter desain yang dikompetisikan. Sinergi tersebut menghadirkan proses penilaian yang lebih komprehensif, karena mempertimbangkan tidak hanya kualitas visual dan kreativitas karya, tetapi juga sejauh mana peserta mampu menangkap identitas merek, menerjemahkan nilai-nilai brand ke dalam desain, serta mengembangkan konsep yang berpotensi diwujudkan menjadi produk yang kompetitif di industri alas kaki.
Menariknya, penetapan karya terbaik dalam OTC 2026 tidak menghentikan langkah para peserta untuk melanjutkan kompetisi. Seluruh peserta, baik yang telah memperoleh predikat karya terbaik maupun yang belum berhasil meraihnya, tetap diberikan kesempatan untuk mengikuti kompetisi desain alas kaki dalam Indonesia Footwear Creative Competition (IFCC) 2026. Kebijakan tersebut mencerminkan semangat pembinaan yang diusung BPIPI, yakni memberikan ruang yang setara bagi seluruh peserta untuk terus mengembangkan ide, menyempurnakan karya, dan meningkatkan kapasitas kreatifnya. Dengan demikian, OTC tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari proses pembelajaran dan penguatan ekosistem talenta muda di industri alas kaki nasional.
Melalui penyelenggaraan OTC yang menjadi bagian awal rangkaian IFCC 2026, BPIPI kembali menegaskan komitmennya untuk mendorong kreativitas generasi muda, mempererat kolaborasi dengan pelaku industri, serta menyiapkan desainer-desainer alas kaki masa depan yang inovatif, adaptif, dan mampu membawa produk Indonesia semakin berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
Dyah Pancawati Teguhatri
Pranata Humas BPIPI





