Sidoarjo – Upaya mendorong pertumbuhan industri kecil dan menengah (IKM) alas kaki terus dilakukan oleh Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI). Tidak hanya melalui pembinaan teknis dan peningkatan kapasitas produksi, BPIPI juga secara aktif membuka akses pasar yang lebih luas bagi para pelaku usaha. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah dengan menginisiasi kegiatan Bazaar bertajuk “Lapak Gaya”, yang dilaksanakan pada 6 hingga 13 Maret 2026 di Kantor baru BPIPI Sidoarjo. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh tiga fokus utama, yaitu peningkatan akses pasar bagi IKM alas kaki, optimalisasi pemanfaatan sarana dan prasarana BPIPI, serta pengenalan merek lokal kepada masyarakat luas. Momentum bulan Ramadhan 1447 Hijriah dipandang sebagai waktu yang tepat untuk mengintegrasikan ketiga tujuan tersebut dalam sebuah kegiatan yang tidak hanya bersifat ekonomis, tetapi juga memiliki nilai sosial dan kedekatan dengan masyarakat.
Sebagai lembaga yang memiliki fasilitas dan infrastruktur pendukung pengembangan industri persepatuan, BPIPI berupaya mengoptimalkan pemanfaatan ruang dan sarana yang dimiliki agar dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh pelaku usaha dan masyarakat. Melalui penyelenggaraan Bazaar “Lapak Gaya”, BPIPI membuka ruang interaksi antara produsen dan konsumen, sekaligus menghadirkan pengalaman berbelanja produk lokal secara langsung di lingkungan yang representatif. Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi antara BPIPI dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPIPI. Acara secara resmi dibuka pada hari Jum’at, 6 Maret 2026 oleh Kepala BPIPI, Ibu Syukur Idayati. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya memperluas jejaring pemasaran dan meningkatkan eksposur produk lokal agar mampu bersaing di tengah dinamika pasar yang semakin kompetitif. Bazaar ini diharapkan menjadi salah satu media efektif dalam memperkenalkan kualitas dan keunggulan produk IKM alas kaki kepada masyarakat luas.
Sebagai bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat, BPIPI juga menyelenggarakan kegiatan lomba yang ditujukan bagi anak-anak. Pada tanggal 7 Maret 2026, digelar lomba adzan yang diikuti oleh peserta setingkat SD/MI kelas 1, 2, dan 3 serta lomba mewarnai yang diikuti oleh peserta setingkat TK A/B dan kelas 1. Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat positif, dengan peserta yang didominasi oleh anak-anak dari lingkungan sekitar BPIPI serta sekolah-sekolah terdekat. Pelaksanaan lomba berlangsung meriah dengan melibatkan dewan juri dari perwakilan pegawai BPIPI dan Dharma Wanita Persatuan BPIPI. Lomba adzan menjadi sarana pembelajaran nilai-nilai keagamaan sekaligus melatih keberanian anak sejak dini, sementara lomba mewarnai menjadi wadah untuk mengasah kreativitas dan imajinasi. Kegiatan lomba ini juga mendapatkan dukungan dari Bank BRI Cabang Sidoarjo Kota dalam bentuk sponsorship. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan, sekaligus mencerminkan adanya kolaborasi yang positif antara sektor perbankan dan institusi pemerintah dalam mendukung kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Sebagai bentuk apresiasi, masing-masing lomba menetapkan tiga orang pemenang. Pada lomba mewarnai, para pemenang mendapatkan hadiah berupa uang tunai, peralatan mewarnai, dan piagam penghargaan. Sementara itu, pada lomba adzan, pemenang memperoleh hadiah berupa uang tunai, sarung, serta piagam penghargaan.
Secara keseluruhan, penyelenggaraan Bazaar “Lapak Gaya” merupakan langkah strategis BPIPI dalam mengintegrasikan upaya peningkatan akses pasar, optimalisasi sarana, dan penguatan branding produk lokal dalam satu kegiatan terpadu. Momentum Ramadhan dimanfaatkan bukan semata sebagai latar kegiatan, tetapi sebagai penguat nilai kebersamaan dan kedekatan dengan masyarakat. Melalui kegiatan ini, BPIPI menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pertumbuhan IKM alas kaki agar semakin adaptif, inovatif, dan berdaya saing. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari strategi berkelanjutan dalam memperkuat ekosistem industri kreatif nasional, sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal.
Dyah Pancawati Teguhatri - Pranata Humas BPIPI




