skip to Main Content

Kiprah 1 Dekade Footwear Forum Indonesia

TENTANG FFID

Dimulai pada tahun 2014 di Bandung sebagai bagian dari acara komunitas Indonesia Footwear Designer, Footwear Forum ID atau FFID adalah wadah untuk berbagi inspirasi dan pengetahuan oleh para pelaku industri alas kaki Indonesia kepada siapapun yang ingin belajar dan mendalami keprofesian ini melalui seminar, talkshow, workshop dan lainnya. Melihat tuntutan industri yang semakin besar, FFID berevolusi menjadi sebuah brand yang mengutamakan edukasi dengan tujuan meningkatkan kualitas para desainer Indonesia. Melalui misi Connect/Educate/Promote, FFID menghadirkan berbagaÏ macam produk yang mampu membantu mewujudkan goals dari setiap desainer Indonesia

 

FOOTWEAR FORUM VOL.06

Terinspirasi dari event Footwear Forum Vol.03 pada tahun 2017 yang membahas keseluruhan aspek di industri Ini, Footwear Forum Vol.06 kembali mengangkat tema yang sama dengan tujuan untuk memperkenalkan kembali siapa saja yang terlibat dalam proses pembuatan sepatu dari hulu ke hilir namun dengan tuntutan market yang lebih luas. Selain dari tujuan tersebut, acara ini juga sebagai pre-event merayakan 1 dekade FFID yang akan diadakan pada tahun 2024

 

10 TAHUN FFID

Melalui berbagai macam event untuk memperkenalkan keprofesian dan menunjang kualitas desainer Indonesia sejak tahun 2014 sampai saat ini, FFID telah berkontribusi dalam melahirkan talenta-talenta baru dan berbakat yang telah melahirkan karya-karya berkualitas di tanah air maupun mancanegara. Bekolaborasi dengan banyak plhak seperti pemerintah, brand, sampai dengan komunitas juga telah dilakukan untuk mewujudkan visi misi kami. 2024 akan menjadi tahun memperingati 1 dekade FFID dan kita akan menselebrasikan semua pencapaian yang telah kita buat sebagal bukti bahwa desainer indonesia memillki hal yang layak untuk diperjuangkan.

Dalam perspektif perkembangan ekosistem industri, lahirnya Footwear Forum membawa angin segar perkembangan industri alas kaki nasional. Berkumpulnya talenta-talenta muda berbakat khususnya dalam industri alas kaki membuktikan bahwa ekosistem alas kaki di Indonesia mampu berprogres lebih baik.

Industri alas kaki domestik yang saat ini didominasi oleh pengaruh merk lokal merupakan bukti tumbuhnya ekonomi kreatif di pasar domestik. Ekonomi kreatif adalah bagian dari globalisasi yang tidak terelakkan. Industrialisasi saat ini sudah menciptakan pola kerja, sistem industri dan distribusi yang berorientasi pada murah dan lebih efisien. Fenomena sistem produksi dengan biaya semurah mungkin sebagai bagian dari efek kompetensi yang semakin fokus pada detail. Negara-negara industri besar saat ini sudah tidak bisa lagi mengandalkan supremasi dan sejarahnya di bidang industri manufaktur. Saat ini mereka harus lebih mengandalkan sumber daya manusia yang lebih kreatif, sehingga kemudian pada tahun 1990-an fenomena ini lebih dikenal dengan era ekonomi baru yang fokus pada informasi dan kreatifitas yang populer di sebut Ekonomi Kreatif yang digerakkan oleh sektor-sektor industri yang tidak lagi fokus pada komoditi saja melainkan fokus pada nilai tambah dan kreatifitas.

Ruang publik itu bernama kolaborasi. Konsep ini memperkenalkan pentingnya  riset dan pengembangan dengan berbasis kolaborasi. Dari sinergi ini diharapkan setiap organisasi yang berfokus pada penelitian dan pengembangan produk sektoral mampu memberdayakan komunitas kreatif, komunitas bisnis, akademisi/ cendekiawan dan budaya lokal untuk menciptakan nilai tambah baru yang bernama inovasi. Konsep ini didasarkan pada kapitalisasi ilmu pengetahuan (knowledge capital).

Aplikasi yang paling tepat bagi organisasi publik atau pemerintahan adalah dengan memberikan ruang gerak bagi aktor-aktor utama dalam membentuk pengetahuan (knowledge space) sehingga mempunyai ruang kreatif untuk membentuk ruang kesepakatan (consensus space) dimana aktor-aktor tersebut membuat kesepakatan, komitmen atas suatu hal yang akhirnya berujung pada ruang inovasi (innovassion space). Output ruang inovasi ini dapat berupa produk, jasa layanan yang dikemas kreatif dan bernilai ekonomis dan tetap mengacu pada budaya lokal. Proses ini harus terus diputar olah tim-tim kurator yang mampu mengatur sumber daya manusia yang ada di dalamnya. Faktor kesuksesan sebuah organisasi yang fokus pada litbang ini adalah bagaimana menumbuhkan kreatifitas dalam lingkungan yang mampu menciptakan interaksi yang dinamis antara ketiga aktor penting dalam inovasi.

Kedepan, peran Footwear Forum diharapkan mampu mendorong kolaborasi talenta muda agar mampu mengkapitalisasi pengetahuan menjadi nilai tambah industri alas kaki domestik.

Alfiyan Darojat