skip to Main Content

INKUBATOR BISNIS TEKNOLOGI ALAS KAKI (Memicu Merk Lokal untuk Lebih Mandiri)

Semangat Kolaborasi dan Kebangkitan Produk Lokal Alas Kaki

Program Inkubator Bisnis Teknologi Alas Kaki (IBT) di Balai Pemberdayaan Industri Persepatuan Indonesia (BPIPI) telah bergulir sejak tahun 2019. Hingga tahun 2023 sudah ada 16 tenant yang mendapatkan pendampingan dari BPIPI. Inisiatif program IBT Alas Kaki merupakan model pendekatan untuk percepatan penumbuhan perusahaan pemula (tenant) atau peningkatan kualitas industri kecil dan menengah yang mandiri dan kompetitif. Dengan program pendampingan terintegrasi, inkubator berperan selama jangka waktu tertentu sampai perusahaan pemula tersebut mandiri dan mampu beradaptasi dengan persaingan bisnis. Konsep inkubator ini telah banyak teruji diimplementasikan di banyak negara maju untuk menciptakan wirausaha baru baik dari lingkungan perguruan tinggi, komunitas dan masyarakat lokal setempat.

Inkubator bisnis teknologi berfungsi sebagai media tumbuh perusahaan pemula yang dikondisikan sedemikian rupa dengan fasilitas yang ada untuk percepatan. Dengan memanfaatkan fasilitas tersebut, para perusahaan pemula atau tenant dapat memanfaatkan untuk mengembangkan sisi bisnisnya. Pengembangan inkubator bisnis teknologi sangat dekat dengan pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) sebagai basis pertumbuhan ekonomi nasional yang perlu diperkuat daya saingnya.

Sebagai program prioritas BPIPI, inkubator bisnis teknologi dikelola secara profesional sesuai dengan fokus karakteristik dan kompetensinya. Inkubator saat ini harus diakui adalah bagian penting dari sebuah ekosistem kreatif untuk menumbuhkan perusahaan-perusahaan pemula berbasis inovasi dan teknologi. Tahapan yang ingin dicapai program IBT Alas Kaki di tahun 2023 ialah menjadi pusat inkubasi IKM alas kaki profesional dengan reputasi pengetahuan unggul dan inovasi yang berkelanjutan. Fokus pada periode ini adalah menempatkan IBT Alas Kaki sebagar inisiator program inkubasi yang spesifik pada sektor alas kaki yang mengedepankan inovasi berbasis teknologi dan pengetahuan.

Program IBT Alas Kaki merupakan bagian penting dari ekosistem industri alas kaki yang menguatkan semangat kolaborasi. IBT Alas Kaki. IBT Alas Kaki akan mengambil peran penting dalam percepatan penumbuhan perusahaan pemula sektor alas kaki (didalamnya kulit dan barang jadi kulit). IBT Alas Kaki mengambil konsep dasar dalam pengembangan organisasinya melalui 4 komponen utama yaitu :

  1. Kewirausahaan, dimana potensi dan bonus demografi Indonesia harus dimanfaatkan sejak dini dengan mengenalkan peluang bisnis kepada generasi milenial.
  2. Inovasi, dimana potensi sumber daya manusia dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi informasi serta revolusi industri 4.0 akan membuat peluang bisnis baru dan lapangan kerja.
  3. Pasar, dimana kondisi pasar domestik yang cukup besar belum dioptimalkan dengan baik oleh produk lokal, maka fokus pada pasar domestik menjadi prioritas utama
  4. Jejaring, dimana salah satu kekuatan daya saing bisnis untuk bisa beradaptasi dengan ekosistem adalah kekuatan jejaring yang ada di value chain

Dengan melihat kebutuhan dan potensi yang ada, maka IBT Alas Kaki menyusun model bisnis yang mudah diimplementasikan. Secara umum proses bisnis akan dibagi menjadi 3 bagian proses penting yaitu :

 

Model Bisnis IBT Alas Kaki BPIPI

Model di atas merupakan kombinasi proses inkubasi dan siklus pertumbuhan startup atau industri kecil. Pada proses pra inkubasi akan dimulai, startup akan memulainya dengan ide bisnis. Ide ini biasanya masih sangat mentah perlu pendalaman dan konsultasi lebih intens dengan colon tenant. Proses ini akan banyak pada aktifitas konsultasi awal, sosialisasi dan deseminasi program IBT alas kaki kepada calon-calon tenant dengan ide-ide yang melimpah untuk di aktualisasikan dalam bentuk proposal bisnis untuk di masuk pada tahapan audisi.

Pada proses inkubasi, akan dihasilkan beberapa proposal bisnis hasil dari proses audisi dan interview yang mendalam terkait motivasi dan passion terhadap ide bisnis yang sedang didalami. Proses lebih mendalam ada pada proses ini, mulai coaching dan mentoring intensif diberikan kepada tenant-tenant terpilih. Proses menjelang akhir adalah graduation tenant terpilih untuk mendapatkan layanan lanjutan. Proposal bisnis pada tahapan ini sudah banyak mengalami pendalaman dan perbaikan. Intervensi pada tahapan ini cukup menyerap banyak anggaran untuk tenant, sampai akhirnya proposal bisnis siap di implementasikan.

Proses pasca inkubasi menjadi sangat sensitif karena akan menjadi tolok ukur kinerja keberhasilan IBT Alas Kaki. Keberhasilan tenant tidak hanya di ukur dari menariknya ide tapi implementasi berkelanjutan atas bisnis tersebut menjadi perhatian utama oleh inkubator. Tahapan ini sangat tergantung proses adaptasi tenant terhadap ekosisten bisnis. Namun IBT Alas Kaki akan tetap mendampingi proses penting ini hingga tenant betul-betul mandiri dan profitable.

Dalam jangka pendek layanan IBT Alas Kaki harus mampu memberikan manfaat pada pengembangan potensi bisnis dengan spin off maupun start up, sedangkan jangka panjangnya mampu mengembangkan perekonomian masyarakat melalui inkubator bisnis khususnya sektor alas kaki (kulit dan barang jadi kulit ada di dalamnya). Berikut tahapan umum inkubasi di IBT Alas Kaki BPIPI :

  1. Audisi calon tenant

Pada proses awal ini, inkubator akan melakukan audisi terbuka dan tertutup. Audisi terbuka digunakan untuk menjaring potensi baru calon tenant dengan ide-ide baru. Audisi ini dibuka untuk calon tenant yang belum berproduksi dan atau beroperasi dibawah 1 tahun. Audisi terbuka ini terbuka untuk umum yang akan disosialisasikan melalu ­channel media online dan komunitas kreatif dan kampus. Audisi tertutup dikhusukan untuk calon tenant yang sudah beroperasi lebih dari 1 tahun dan membutuhkan beberapa fasilitasi layanan inkubasi untuk meningkatkan nilai bisnisnya. Pada audisi tertutup ini dikhususkan juga bagi alumni tenant yang membutuhkan layanan pasca inkubasi. Proses audisi inkubasi akan dilakukan dengan melibatkan banyak pihak.

  1. Penilaian ide bisnis dan kelayakan

Pada tahap ini seleksi ide bisnis atas calon tenant dilakukan dengan profesional. Akan ditetapkan kriteria-kriteria umum dan khusus untuk proses seleksi ide bisnis calon tenat. Aspek motivasi, passion, hobby dan minat terhadap bisnis akan menjadi kriteria utama dalam proses seleksi. Daya tahan calon tenant terhadap ide bisnis hingga bisnis tersebut mempunyai keuntungan sangat penting bagi inkubator apakah calon tenant tersebut layak masuk pada proses inkubasi.

  1. Rancangan implementasi

Tenant dengan ide bisnis nya akan mendapatkan masukan dari banyak pihak untuk menyempurnakan rancangan bisnisnya agar bisa diimplementasikan. Tidak semua ide bisnis bisa diimplementasikan, perlu penyesuaian ide dengan kondisi pasar dan ketersediaan dukungan. Pada proses ini tenant akan menghasilkan usulan proposal bisnis yang SMART

  1. Proses inkubasi

Tenant dengan proposal bisnisnya akan masuk pada proses mentoring and coaching. Pendampingan pada tenant bersifat integratif dan berkelanjutan. Tenant akan didampingi memahami dan mengimplementasikan dengan benar konsep dan strategi bisnis yang akan dijalaninya oleh para profesional. Di akhir proses ini akan dipilih tenant yang siap untuk di wisuda (graduatian) dengan kriteria yang jelas

  1. Pasca inkubasi

Para tenant yang sudah lulus tetap akan mendapatkan pendampingan dari inkubator. Pada pasca inkubasi inilah tahapan sesungguhnya ide bisnis hingga proposal bisnis punya nilai ekonomis atau tidak di pasaran.

Profil Tenant IBT BPIPI  2019 - 2022 :

Alfiyan Darojat, diperoleh dari berbagai sumber

BPIPI-Kemenperin

en_USEN