INI DIA TIPS BAGI IKM ALAS KAKI RECOVERY DARI PANDEMI

 

Alfiyan Darojat
Staff Tata Usaha

Ini Dia Tips Bagi IKM Alas Kaki Recovery dari Pandemi

SAVE THE CASH FLOW, Banyak yang bilang jika cash adalah rajanya bisnis. Lalu bagaimana mengelola cash saat pendemi seperti ini? Sebagai IKM, mempertahankan produksi sebagai salah satu motor bisnis nampaknya akan banyak tantangan. Disisi konsumen juga menahan belanja karena pendapatan berkurang. Di bagian hilir, supply chain material dan bahan pendukung juga mengalami keterlambatan. Posisi IKM berada di tengah rantai nilai yang harus pandai-pandai mengelola alirah cash antara hulu dan hilir bisnis. Setidak terdapat 6 hal penting yang bisa dikelalo dalam mengelola cash flow selama pandemil;

(1) Manajemen inventori. inventori yang terlalu besar saat pandemic bisa menjadi beban usaha. Demikian pula jika terlalu sedikit akan menghambat produski. Maka aturlah berdasarkan proyeksi dan asumsi yang tepat khususnya saat pandemic.

(2) Negosiasi pembayaran dengan vendor. IKM berada di posisi di antara dua kutup bisnis yang saling membutuhan perputaran uang cash yang cukup. Maka saat pandemi ini waktunya yang tepat untuk mengkomunikasikan dengan vendor perihal pembayaran.

(3) Percepatan pembayaran piutang, Dengan tetap menjaga komunikasi yang baik dan kepercayaan dari pelanggan/ vendor, maka penting melakukan percepatan penjadwalan pembayaran piutang untuk menjadi kekuaran cash dari usaha kita.

(4) Menunda investasi pada asset tetap. Kondisi inventori yang ketat juga, maka menunda investasi bisnis pilihan yang sangat realistis saat pandemic. Investasi yang dulunya direncanakan bisa di tunda atau biaya investasinya dapat digunakan untuk melakukan transformasi organisasi

(5) Review biaya produksi. Menurunnya daya beli masyarakat bisa menjadi momentum efisiensi biaya produksi. Lakukan evaluasi beberapa aktifitas yang tidak penting dalam menciptakan nilai produksi. Aktifitas tersebut bisa ditiadakan atau lakukan pilihan inhouse atau outsource. Pilih mana yang paling efisien.

 

NEW NORMAL – PELANGGAN BARU DAN KEBUTUHAN BARU. Pandemi memaksa kita semua melakukan penyesuaian besar yang mempengaruhi kebutuhan pelanggan. Pengetatan aktifitas bisnis dan sosial berpengaruh besar pada perputaran ekonomi di masyarakat. Namun setidaknya ada 3 hal penting yang bisa dilakukan dalam transisi NEW NORMAL;

(1) Memahami kembali kebutuhan prioritas pelanggan. Kondisi saat ini memaksa konsumen sebagai msyarakat mengurangi aktifitas sosial secara langsung. Maka kebutuhan terkait barang dan jasa yang berhubungan dengan tatap muka berkurang hingga 70%. Hal ini mempengaruhi pola konsumsi barang dan jasa. Maka penting memahami kembali kebutuhan pelanggan saat pandemi seperti ini.

(2) Membangun kepercayaan pelanggan melalui kampanye protokol Kesehatan. Saat kondisi pasar yang tidak menentu, penting bagi IKM membangun kembali kepercayaan saat pandemi ini. Sentimen kesehatan saat ini menguat di masyarakat. Kesempatan bagi IKM membangun kepercayaan dengan memanfaatkan new normal sebagai kampanye menarik kembali kepercayaan masyarakat.

(3) Inovasi produk dan layanan. Banyak hal yang bisa dilakukan untuk membangun kepercayaan pelanggan saat pandemic. Salah satunya adalah dengan inovasi. Inovasi bukan lagi menjadi pilihaan, melainkan suatu keharusan agar IKM bisa bertahan bahkan tumbuh saat pandemi. Inovasi dapat berupa apa saja yang berhubungan erat dengan jasa, layanan, variasi produk, bahkan layanan baru yang lebih efisien.

 

ORIENTASI SUPPLY CHAIN BARU. Secara global, rantai nilai industri sedang terganggu karena dampak pandemi. Bagi beberapa IKM yang sangat tergantung suplai material dari impor akan begitu berat mendapatkan subtitusi material dengan cepat. Bagi industri yang harus terus memproduksi produk dan layanan, tidak ada pilihan lain selain menggunakan alternatif material lokal. Tentu ada konsekuensinya antara lain; menurunnya kualitas, harga produksi dan kecepatan pemenuhan kebutuhan pasar yang terlambat. Untuk IKM, segera lakukan 5 hal yang bisa membantu mempercepat penyesuaian supply chain antara lain;

(1) Alternatif supplier lokal. Siap tidak siap IKM harus segera mencari alternatif sumber material dari industri lokal. Tentu butuh waktu dan konsekuensi. Namun pilihan ini menjadi prioritas agar produksi tidak terganggu. Fleksibilitas dan konsekuensi nya harus dikomunikasikan dengan seluruh shareholder termasuk , vendor dan pelanggan.

(2) Membangun relasi dengan supplier baru. Dapatkan segera supplier baru alternatif untuk produksi. Segera komunikasikan kebutuhan produksi agar bisa di sesuaikan dengan kemampuan vendor yang baru.

(3) Hindari bahan baku impor. Mengurangi bahan impor memang tidak mudah dalam waktu sekejap. Namun yakinlah jika ada permintaan yang cukup maka hukum ekonomi akan berjalan. Dengan mengkomunikasikan kebutuhan pada vendor luar, maka investasi pada material tersebut akan segera terpenuhi dari lokal.

 

Yuk terus berubah dan melakukan hal terbaik untuk IKM alas kaki nasional. Nantikan tips-tips berikutnya. Salam Sepatu