Wednesday, February 22, 2012

Site Search

UKM Kulit : Akibat Lapindo, Omzet Pengrajin Kulit Tanggulangin Turun

Akibat lumpur Lapindo dan berlarut-larutnya proses relokasi jalan, indusri kecil yang memproduksi sepatu, tas, dan berbagai produk dari kulit di kawasan tersebut omzet pengrajin masih belum membaik.

SIDOARJO - Perkembangan Usaha kecil dan menengah (UKM) bidang kulit di Sidoarjo Jawa Timur masih belum pulih, terutama UKM-UKM yang berada di sentra industri kecil berbasis kulit Tanggulangin Sidoarjo.
Akibat lumpur Lapindo dan berlarut-larutnya proses relokasi jalan, indusri kecil yang memproduksi sepatu, tas, dan berbagai produk dari kulit di kawasan tersebut omzet pengrajin masih belum membaik.
Wakil Ketua Komite Tetap Pengembangan Jaringan Usaha UKM Kadin Jatim, Nur Cahyudi mengatakan, omset UKM kulit masih belum membaik dibanding tahun-tahun sebelum ada bencana dan berbagai kendala.
"Saat ini kinerja UKM kulit di Tanggulangin Sidoarjo benar-benar memprihatinkan. Dulu omset di sana bisa sampai Rp 15 miliar dalam sebulan, kini hanya tinggal Rp 3 miliar," ujar Wakil Ketua Komite Tetap Pengembangan Jaringan Usaha UKM Kadin Jatim, Nur Cahyudi, di Surabaya, Minggu (19/6), Seperti dilansir laman Diskominfo.
Selain penurunan omset, pemutusan hubungan kerja pun tak terelakkan. Dulu industri-industri kecil di kawasan tersebut bisa menyerap 6.000 pekerja dan kini hanya tersisa kurang dari 500 pekerja.
"Citra UKM di Tanggulangin Sidoarjo memang sudah melorot jauh karena lumpur Lapindo. Apalagi saat ini pembangunan jalan baru sebagai solusi dari kemacetan di Porong belum juga rampung. Ini menyulitkan UKM," ujarnya.
Sementara itu BPLS terus berupaya mengembalikan pendapatan pengrajin sepatu di wilayah Tanggulangin dengang meningkatkan keahlian pengrajin sepatu, agar dapat meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
Dengan menggelar berbagai pelatihan  bertempat di Balai pelatihan BPIPI (Balai Pengembangan Industri Persepatuan Indonesia), BPLS melaksanakan Pelatihan Jahit Sepatu angkatan ke III mulai tanggal 7 Juni hingga tanggal 30 Juni 2011.
Ahmad Khusairi Humas BPLS menjelaskan peserta sejumlah 40 orang ini berasal dari Desa Glagaharum, Desa Besuki (timur), Kel. Mindi, Desa Gempolsari, dan lain-lain.
Setelah 10 hari program pelatihan di Balai pelatihan BPIPI, Pasar Wisata Tanggulangin, selanjutnya peserta akan melaksanakan pelatihan di Pabrik Sepatu PT Young Tree Tulangan, Kab. Sidoarjo. Diharapkan mereka yang sudah mumpuni dalam segi skill dan mental bisa dipekerjakan pabrik tersebut. (c8/lik)

-------------------
Sumber: http://wartapedia.com/

BPIPI

Komplek Pasar Wisata, Tanggulangin
Sidoarjo, Jawa Timur
Telp.  +62 31-8855149
Fax.   +62 31-8855149

Login